Los Angeles (KABARIN) - Paramount Skydance menempuh jalur hukum terhadap Warner Bros. Discovery pada Senin (12/1) terkait perjanjian yang dibuat WBD dengan Netflix, sebagai langkah terbaru untuk merebut kendali atas raksasa hiburan Hollywood itu.
Gugatan diajukan di pengadilan Delaware dan menuntut WBD serta CEO David Zaslav membuka informasi lebih detail tentang kesepakatan yang sedang difinalisasi dengan Netflix.
Sebelumnya, WBD menolak tawaran Paramount Skydance yang sudah diperbarui pekan lalu karena dianggap masih lebih rendah dibandingkan merger Netflix di beberapa aspek penting. Dewan direksi WBD menegaskan tawaran itu bukan yang terbaik bagi perusahaan dan pemegang saham.
David Ellison, Chairman sekaligus CEO Paramount Skydance, mengirim surat ke pemegang saham WBD yang menjelaskan rencana tawaran tunai penuh senilai 30 dolar AS per saham untuk mengungguli Netflix. Paramount Skydance ingin pemegang saham mendapat informasi lengkap agar bisa membuat keputusan yang tepat.
Selain itu, Paramount berencana mencalonkan direktur baru pada Rapat Tahunan WBD 2026 dan menolak persetujuan transaksi Netflix. Kesepakatan Netflix senilai 82,7 miliar dolar AS diumumkan pada 5 Desember 2025 dan mencakup studio film serta layanan streaming WBD, dengan divisi televisi kabel dipisahkan menjadi perusahaan publik baru.
Sementara tawaran Paramount Skydance menekankan akuisisi WBD secara menyeluruh dan menilai kesepakatan Netflix sebagai kurang pasti dan inferior. Langkah ini memicu perdebatan luas di Hollywood terkait masa depan raksasa hiburan tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026